Bahasa:   English   简体中文   Bahasa Indonesia
  • Login E-Tric
  • TATS
TRIC Indonesia TRIC Indonesia TRIC Indonesia TRIC Indonesia
Navigation
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • PROFILE PERUSAHAAN
    • PENGEMBANGAN SDM
    • HSE
    • RESPON SOSIAL
  • LAYANAN
    • SERTIFIKASI
      • SERTIFIKASI SVLK
      • SERTIFIKASI ISPO
      • SERTIFIKASI PENYELENGGARA UMRAH DAN HAJI KHUSUS
      • PENERBITAN V-LEGAL
      • PEFC
      • ISO
      • SMK 3
      • PJK3
    • PELATIHAN
    • JASA LAINNYA
  • INFORMASI
    • CEK SERTIFIKAT
    • PUBLIKASI AUDIT
      • SVLK
      • ISPO
      • UHK
    • DOKUMEN V-LEGAL
    • HS CODE BTKI 2022
  • PUSAT MEDIA
    • LAPORAN TAHUNAN
    • BERITA DAN ARTIKEL
    • PUBLIKASI UMUM
    • GALERI MULTIMEDIA
  • KARIR

Dilansir dari Jakarta, FNN – Kayu jati asal Indonesia, yang telah menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVK) yang diakui oleh Uni Eropa, banyak dicari di Jerman.

Kayu yang diproduksi secara berkelanjutan, legal, dan bertanggung jawab sosial itu memiliki kelebihan dibandingkan kayu jati dari negara Asia Tenggara lainnya, yang beberapa tahun belakangan ini ditengarai mengalami kemerosotan reputasi karena tuduhan eksploitasi berlebihan lahan hutan dan kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan untuk perkebunan kayu jati.

“Hal ini membuat industri kayu Indonesia tidak hanya memperhatikan bahwa kayu yang mereka produksi berasal dari perkebunan kayu, tetapi juga bahwa kayunya diproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno dalam keterangan, Kamis.

Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu penghasil kayu jati terbesar. Jenis kayu keras ini menjadi komoditas bernilai tinggi karena tampilan dan sifat kayunya yang unik. Industri furnitur kayu jati berkembang pesat di Indonesia dan didominasi oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

Kayu jati banyak dicari di Asia, umumnya untuk konstruksi bangunan, pintu, jendela, dan bahkan sebagai materi pembuatan kapal. Namun di Jerman, kayu jati banyak ditemui di pekarangan dan taman, baik untuk bahan lantai parquet maupun furnitur luar ruang.

Perlahan, menurut Dubes Oegroseno, masyarakat Jerman dan Eropa lainnya mulai menyadari banyaknya kayu hasil penebangan liar yang merusak lingkungan. Mereka mulai memperhatikan informasi dari mana kayu yang mereka beli berasal dan apakah ditebang dari perkebunan kayu yang ramah lingkungan.

“Dan itu bagus dan hal yang baik,” tutur dia.

Industri kayu sudah ada di Indonesia sejak abad ke-18. Saat ini pemerintah melalui SVLK mengontrol dan mendokumentasikan kepatuhan pelaku industri kayu terhadap aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Label “Indonesian Legal Wood” akan diberikan kepada produk kayu yang telah lolos uji SVLK.

Indonesia merupakan negara pertama yang diberi wewenang untuk menerbitkan izin Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) untuk kayu yang dijual di pasar Uni Eropa.

Bergabungnya Indonesia ke dalam sistem kontrol FLEGT diharapkan mampu meyakinkan konsumen kayu tropis Uni Eropa bahwa kayu Indonesia yang dibelinya diproduksi secara legal dan ramah lingkungan. Perusahaan importir di Eropa pun diuntungkan karena kayu-kayu berizin FLEGT dapat dengan mudah didistribusikan di seluruh wilayah Uni Eropa tanpa membutuhkan izin tambahan.

“Dengan bergabungnya Indonesia di sistem kontrol FLEGT, kita dapat membuktikan bahwa kayu jati Indonesia tidak berasal dari pembalakan liar, dan bahwa jumlah pohon yang ditebang akan sama dengan jumlah bibit pohon yang ditanam kembali,” kata Dubes Oegroseno.

“Sistem sertifikasi FLEGT yang akan diperkenalkan secara global ini bahkan jauh lebih baik dibandingkan FSC. FLEGT menekankan pada legalitas kayu, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. Sistem ini memperhatikan sungguh-sungguh aspek keberlanjutan yang ditargetkan oleh Uni Eropa,” katanya menambahkan.

Pohon jati di perkebunan umumnya baru layak tebang setelah berumur 15-25 tahun. Namun, pohon jati hutan memerlukan waktu setidaknya dua kali lebih lama untuk mencapai ukuran dan kualitas setara.

“Tetapi kualitas kayu tidak hanya bergantung pada umur pohon, namun juga terkait teknologi pengolahan selanjutnya,” ujar Atase Perdagangan KBRI Berlin Nurlisa Arfani.

Teknologi pengolahan kayu jati Indonesia sekarang ini semakin baik sehingga konsumen bisa mendapatkan kayu yang lebih berkualitas dan tahan lama serta tahan cuaca apapun.

Pada 2020, produk kayu Indonesia diekspor ke Eropa dengan nilai 660 juta euro (sekitar Rp11,3 triliun), umumnya sudah dalam bentuk furnitur. Perputaran uang global dari jual beli kayu mencapai 2,4 miliar euro (sekitar Rp41 triliun).

Selain kayu jati dan produk rotan, industri furnitur Indonesia juga mulai merambah ke kayu trembesi sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Produk kayu trembesi juga disukai di Eropa, dikenal sebagai rain tree karena tampilannya yang sangat cantik. Urat kayu trembesi dengan warna coklat emas dan kelir hitam membuatnya cocok dibuat dijadikan furnitur meja yang menghiasi rumah-rumah di Jerman dan negara Eropa lainnya.

Artikel tentang keunggulan produk kayu jati Indonesia dimuat di Mobelmarkt, majalah desain interior dan furnitur yang tidak hanya terbit di Jerman, tetapi juga di beberapa negara lain yang berbahasa Jerman seperti Swiss dan Austria. (mth)

Sumber : https://fnn.co.id/2021/07/22/kayu-jati-indonesia-ramah-lingkungan-diminati-di-jerman/

July 22, 2021 / svlk / Tags: flegt, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu SVLK, svlk

Related Posts

Read More
SVLK Langkah Indonesia Menuju Hutan Lestari
Read More
Studi investasi IMM mengidentifikasi korelasi antara perizinan FLEGT dan peningkatan investasi
Read More
Keren, Furnitur Indonesia Laku Keras di Swiss
Read More
Pembangunan ibu kota baru diusulkan pakai kayu bersertifikat SVLK
Read More
SVLK Perluas Pasar ke Inggris
Read More
Kayu Ringan, Promosikan Produk Kayu Berkelanjutan di Indonesia
Read More
Indonesia Menjadi Ketua Bersama Dialog FACT
Read More
Perkuat Pasar Ekspor Indonesia-Kanada Luncurkan Perundingan Dagang ICA-CEPA
  • Next Post
  • Previous Post

Pencarian

Arsip Berita

  • July 2024
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • April 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • October 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • December 2020
  • November 2020
  • October 2020
  • September 2020
  • August 2020
  • July 2020
  • June 2020
  • May 2020
  • April 2020
  • February 2020
  • February 2019
  • May 2018

Kategori

  • Artikel (1)
    • Pengetahuan (1)
  • Berita (114)
    • Inspeksi (1)
    • ppiu (36)
    • svlk (76)
  • Karir (1)
  • Uncategorized (2)

KANTOR PUSAT

Jl. Anthurium No. 01, Dusun Banjarsari, Desa Sukoharjo RT.5, RW.12, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta, 55581

CABANG SURABAYA

Awan Creative Space Klampis Jaya 102, Surabaya RT 004 RW 001 Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo Jawa Timur 60117

CABANG JEPARA

Jl. Dr. Wahidin No.23, RT.02 RW.II, Kelurahan Damaan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara 59419

CABANG JAMBI

Jl Mayjen Sutoyo RT 08 Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi

HUBUNGI KAMI

Telepon : (0274) 2874179
Marketing SVLK, PPIU dan PJK3 : +62 811-3881-8184
Marketing ISPO : +62 821-3409-7795
E-mail : info@tric-indonesia.com

  • Sertifikasi SVLK
  • Sertifikasi ISPO
  • Akreditasi PPIU
  • Jasa Inspeksi
  • TRIC ACADEMY
  • Kebijakan Privasi

Anggota Asosiasi